Yeddy Julianto. Diberdayakan oleh Blogger.

Posisi Menentukan Prestasi?

Rabu, 30 November 2011

"Posisi menentukan prestasi". Itulah moto dari kebanyakan siswa maupun mahasiswa di jaman sekarang.
Padahal itu merupakan sebuah kekeliruan yang malah tertanam dibenak beberapa orang.

Mengapa bisa posisi bisa menentukan prestasi?

Misalkan akan diadakan ulangan harian bagi siswa dan kuis bagi mahasiswa. Mereka yang tidak memiliki persiapan yang cukup pasti memilih tempat di belakang agar mereka bisa berbuat 'licik' seperti membuat contekan sendiri atau mencontek pada temannya. Dan nilainya bagus. Berbeda dengan mereka yang tidak punya persiapan dan sialnya kebagian duduk di depan. Hancurlah semua nilai-nilainya.
Itulah maksud dari posisi menentukan prestasi yang sebenarnya tidak perlu di praktekkan.
Alangkah lebih baiknya bila kita mempersiapkan sebelum ujian dengan belajar terlebih dahulu agar dimanapun posisi duduk kita, prestasi kita tetap baik. Sehingga ungkapan "Posisi menentukan prestasi" tidak berlaku lagi bagi kalian.

Pengiriman Pesan Antar-Waktu

Pernahkah anda berkhayal tentang masa depan? Bukan sekedar anda mau jadi apa tapi juga tentang dunia ini di masa depan. Kita tidak pernah tahu bakal ada teknologi secanggih apa di depan sana.
Semalam, saya berkhayal tentang pengiriman pesan antar-waktu.  Maksud antar-waktu itu adalah pengiriman pesan yang bisa menembus ke masa lampau maupun masa depan. Mungkin terdengar mustahil saat ini. Tapi siapa yang menyangka? Ingatkah anda sebelum adanya internet orang-orang di dunia ini juga menyebutkan mustahil bahwa kita bisa saling terkoneksi dengan semua umat manusia di dunia ini? Begitupun sekarang.
Perkembangan teknologi terlalu pesat untuk ditalar oleh pikiran kita.

Saya pikir jika memang teknologi itu bisa tercipta, akan sangat mencipatakan banyak manfaat. Mereka yang berada di masa depan bisa memberi tahu kepada kita dijaman sekarang tentang apa saja yang bakalan terjadi di depan sana sehingga kita bisa berwaspada dan bersiap-siap akan datangnya kejadian itu.
Memang sedikit terkesan 'keenakan' untuk kita dimasa sekarang karena segala sesuatunya telah kita persiapkan. Atau mungkin dengan pengiriman pesan antar-waktu ini kita bisa merubah masa lalu? Tertarik kah anda untuk berkomunikasi dengan anda yang ada di masa depan?
Semuanya masih terasa fiktif saat ini. Tapi sudah siapkah anda jika teknologi ini benar-benar tercipta? Ataukah anda bakal menolaknya?

Berbisnis Online dengan Baik

Berbisnis online saat ini merupakan suatu pekerjaan yang cukup menjanjikan. Hasil yang didapat pun lumayan tinggi jika bisnis kita sudah berhasil. Tapi, dalam berbisnis online ini kita hartus mematuhi beberapa etika agar bisnis kita semakin baik.
Beberapa etika dalam berbisnis online itu adalah :
1. Jujur. Ini adalah hal utama dan terpenting dalam berbisnis. Jujur adalah sebuah kunci kesuksesan kita kelak. Jika awalnya saja kita sudah tidak jujur terhadap pelanggan, bagaimana kita bisa maju? Yang ada malah tidak ada lagi pelanggan yang percaya dan usaha anda hancur.
2.  Bersikap ramah terhadap pelanggan. Jika kita sudah bisa jujur maka langkah selanjutnya agar usaha anda naik adalah bersikap ramah kepada mereka. Para pelanggan biasanya senang dilayani dengan ramah dan mereka pasti akan kembali ke toko online anda untuk kembali membeli atau juga mereka bisa saja mempromosikan toko anda ke orang lain karena pelayanan anda ramah.
3. Sabar. Sebelum membeli, si calon pembeli biasanya sering bertanya-tanya dulu tentang barang yang akan dia beli tersebut. Entah itu tawar menawar harga, bahan barang tersebut, kualitas barang, dan hal lainnya seputar barang-barang anda. Tak jarang mereka membuat anda kesal dengan pertanyaan-pertanyaan yang mereka lontarkan. Disinilah kesabaran anda diuji. Dan bila si calon pembeli tidak jadi membeli? Tidak usah marah. Perlakukan saja dengan ramah siapa tau mereka berubah pikiran dan akhirnya membeli barang anda.

Itulah beberapa hal utama yang harus anda lakukan agar bisnis anda berkembang pesat. Jika 3 hal tersebut belum bisa anda tanamkan, jangan harap anda memilii banyak pelanggan dan bisnis anda maju.

Bahayakah Internet terhadap Anak-anak?

Di jaman serba canggih ini, anak-anak sudah tidak asing lagi dengan internet. Walaupun tidak ada yang mengajarkan, mereka senantiasa bisa mengerti sendiri secara otodidak maupun dari teman-temannya saking mudahnya mengakses internet.
Tapi yang menjadi persoalan, sepenting apakah internet bagi anak-anak dan bahayakah dampak buruknya terhadap mereka?
Kenyataannya saat ini internet telah menjadi tempat berbahaya bagi anak-anak yang patut kita waspadai. Anak-anak menghadapi ancaman nyata di internet seperti cyber-bullying, pornografi, paparan kekerasan dan materi lainnya yang tidak cocok untuk mereka.
Sebelum anak anda menjadi korban, saya sarankan kepada para orangtua untuk melakukan beberapa hal seperti berikut :
1. Jangan menyimpan komputer yang terkases ke internet di kamar mereka. Itu sangat berbahaya dan diluar jangkauan anda untuk mengawasi mereka. Simpanlah di ruang keluarga, kerja atau di tempat dimana anda bisa dengan mudah mengawasinya.
2. Awasi dan dampingi mereka saat menggunakan internet. Kadang bagi anda orangtua yang super sibuk sangat tidak ada waktu untuk mendampingi anak-anak anda. Padahal hal ini sangat penting untuk memberi pengarahan terhadap anak anda tentang etika berinternet.
3. Batasi jam online anak anda. Anda sebagai orang tua harus tegas dan atur jadwal online anak anda. Karena anak-anak terkadang suka lupa waktu dan sering tidur larut malam jika sudah berhubungan dengan internet entah itu untuk bermain game online, jejeraing sosial, maupun chatting.
4. Suruh mereka bermain di dunia nyata. Seasyik apapun itu dunia maya, dunia nyata lebih penting untuk perkembangan psiologis anak anda. Suruh mereka bermain di dunia nyata misalnya suruh mereka bermain permainan tradisional dengan teman-temannya di lingkungan tempat tinggal anda. Karena dewasa ini saya sangat miris sekali jarangnya melihat anak-anak bermain bersama teman-temannya di dunia nyata seperti jaman dulu. Anak-anak jaman sekarang sudah canggih dan lebih memilih bermain di dunia maya.

Anda sebagai orangtua harus waspada akan bahaya ini sejak dini. Karena internet tumbuh sangatlah pesat dan tanpa bimbingan dan pengawasan anda, anak anda tidak akan selamat!

2.

Perbedaan Siswa dan Mahasiswa

Selasa, 29 November 2011

Mahasiswa tidaklah sama dengan siswa. Mahasiswa itu lebih tinggi daripada siswa karena disana terdapat kata 'Maha'. Sebenanya tidak usah saya bilang juga pasti sudah pada tau kalau mahasiswa itu tingkatannya memang lebih tinggi. Ya sekedar intermezzo sajalah.

Tugas dan tanggungjawab mahasiswa lebih berat daripada siswa.
Siswa jika dikasih tugas oleh gurunya dan dia tidak mengumpulkan, sang guru tersebut pasti akan menerima tugas itu dikumpulkan kapanpun atau bahkan ada yang menunggu si murid mengumpulkannya sampai akhir semester walaupun dengan berbagai macam konsekuensinya. Intinya kita masih dikejar-kejar oleh guru agar mendapatkan nilai.
Sedangkan mahasiswa? Si dosen bakalan masa bodo apakah kita akan mengumpulkan tugasnya atau tidak. Secara tidak langsung kita memilih ingin mendapatkan nilai atau tidak. Jika terlambat mengumpulkan tugasnya biasanya dosen tidak mau menerimanya karena sudah lewat deadline.
Disini kita belajar menghargai waktu. Karena setiap detik waktu itu berharga.

Juga pada saat proses belajar. Guru biasanya memberikan semua materi terhadap muridnya di dalam kelas. Sedangkan dosen biasanya hanya memberikan sedikit saja garis besar dari materi tersebut dan sisanya kita yang mencarinya sendiri bagaimanapun caranya. Disini kita belajar mandiri agar belajar tidak hanya saat di kelas saja tetapi dimanapun itu asal ada kesempatan.

Jadi bagi kalian siswa/i yang akan berevolusi menjadi mahasiswa. Persiapkan mental kalian dari sekarang. Karena kehidupan mahasiswa itu tidak seenak siswa. Walaupun mahasiswa memiliki waktu yang lebih luang dibanding siswa, tapi jika kalian sudah merasakan menjadi mahasiswa, kalian pasti mengerti arti dari waktu luang tersebut :')

Tanpa Campur Tangan Tuhan, Kita Bukan Apa-apa

Senin, 28 November 2011

Tanpa Campur Tangan Tuhan, Kita Bukan Apa-apa. Ya, itulah judul postingan saya kali ini.
Terkadang kita tidak sadar bahwa dalam segala sesuatu yang kita lakukan, didalamnya sangatlah besar campur tangan Nya.
Terkadang jika kita sedang dalam posisi berhasil/menguntungkan, kita merasa bahwa itu terjadi atas jerih payah kita selama ini untuk mewujudkannya. Padahal itu semua tidak akan terjadi jika Tuhan tidak menghendakinya.
Begitu pula ketika kita sedang mengalami kegagalan. Kita merasa semua itu murni kesalahan kita sehingga kita sampai frustasi atau stres memikirkannya. Kita merasa seakan esok hari tidak akan pernah ada lagi. Kita merasa down berkepanjangan dan akhirnya menyerah. Ingatlah selalu bahwa Tuhan memiliki jalan yang lebih baik untuk kita. Atau mungkin jalan kita memang bukan disitu dan Tuhan mempunyai rencana lain didepan sana.

Kebanyakan dari kita biasanya baru ingat Tuhan jika sedang mendapat kesulitan atau musibah. Kita terbiasa untuk 'ditegur' terlebih dahulu untuk ingat yang di Atas. Kemana saja saat kita sedang mendapat kebahagiaan?   Tidak sadarkah bahwa semua itu pemberian dari-Nya?

Tanpa-Nya kita itu bukan apa-apa dan siapa-siapa. Jabatan, kekayaan, dan sema hal duniawi itu tidak selamanya. Karena tidak ada yang abadi di dunia ini.
Dan ingatlah selalu bahwa sekecil apapun hal yang kita lakukan, tidak pernah lepas sedikitpun dari campur tangan-Nya. Karena semua terjadi atas kehendak-Nya.
Jadi, bisa apa kita tanpa campur tangan-Nya?

Hidup Mandiri

Hidup merantau dari kampung halaman menuju ke tempat kita menuntut ilmu itu memerlukan perjuangan. Kita harus memiliki mental yang kuat karena hidup di kota orang itu tidak sama dengan hidup di kota kelahiran kita sendiri. Orang-orangnya, kebiasaannya, juga kebudayaannya berbeda dengan apa yang kita lihat di keseharaian kita sebelumnya. Kita mau tidak mau harus bisa beradaptasi disana jika tidak ingin 'terseleksi alam'. 

Awalnya pasti kita merasa asing dan aneh. Kita merasa tidak betah dan ingin kembali ke kampung halaman. Tapi  jika kita menyerah tanpa berusaha untuk beradaptasi terlebih dahulu kita tidak akan pernah bisa maju. Kita harus bisa menghadapi segala perubahan yang terjadi di kehidupan kita agar kita sudah terbiasa karena kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi di depan sana terhadap kita.

Kita harus belajar mandiri agar kita tidak tergantung pada orang lain. Meskipun kita pasti perlu bantuan orang lain, tapi tidak setiap saat mereka ada di samping kita untuk siap membantu. Hidup ketergantungan itu sangat tidak enak. Jadilah orang yang independent.

Saya mau sedikit bercerita. Saya menyadari bahwa untuk hidup mandiri itu perlu mental yang kuat dan perjuangan. Saya disini (Depok) ngekos. Dan saya sangat menyadari perbedaan antara tinggal di rumah dan di kosan. Jika di rumah, sehabis pulang sekolah jika saya merasa lapar saya tingal makan karena ibu saya sudah menyediakan makanannya. Sedangkan bagi anak kos jika lapar kita harus berusaha mencari makanan sendiri atau membuatnya sendiri. Jika di rumah saya sangat jarang sekali untuk mencuci piring dan baju, disini saya mau tidak mau harus melakukan itu. Di rumah, jika kita sedang merasa sedih atau mempunyai masalah, orangtua selalu ada untuk memberi suntikan semangat dan mensupport kita. Jika kita sakit? Di rumah orangtua senantiasa merawat kita dan mengantar ke dokter. Dan disini kita harus bisa merawat sendiri diri kita. Walaupun teman kita senantiasa bisa membantu, tapi peranan mereka tetap tidak bisa menggantikan peran orang tua kita. Jauh dari orang tua itu tidak enak. Tapi kita harus belajar. 

Yah begitulah sedikit curhatan saya hehe malah jadi curhat colongan.
Intinya hidup mandiri itu adalah suatu perjuangan. Kita tidak boleh tinggal di posisi nyaman kita. Kita harus keluar dari posisi itu dan berjuang mengahadapi segala sesuatu rintangan yag mengahadapi kita. Kita tidak boleh terus-terusan hidup enak. Kita harus merasakan pahitnya dunia itu seperti apa agar kelak kita lebih bisa menghargai hidup dan hidup kita lebih bermakna :)
 

Pengikut

Integrated Laboratory's Gunadarma

Gunadarma BAAK News

UG Seminar Info

Blogger news

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner